Balada Balado

Jumat, Desember 28, 2007 | 0 Comments

alangkah senangnya bila dapat satu
apalagi telor balado itu kesukaanku
tapi, kata kakak, kita mesti berbagi
dan bagiku hanya setengah
seperti yang lainnya, setengah juga

aku merengek terus minta dapat satu
apalagi aku bungsu
anak bungu mestinya paling disayang

tapi kakak jahat
telor balado sepenggorengan yang masih panas itu,
di tumpahkannya di atas kepalaku

aku menangis
sambal balado ini perih di mataku

kakak menangis
mungkin ia menyesal melakukannya

ibu menangis
mungkin jengkel pada kelakuan kami
atau sayang akan telornya,
apalagi harga telor sedang mahal

telor baladonya pun menangis
karena tidak jadi kami makan

0 comments: