apalagi telor balado itu kesukaanku
tapi, kata kakak, kita mesti berbagi
dan bagiku hanya setengah
seperti yang lainnya, setengah juga
aku merengek terus minta dapat satu
apalagi aku bungsu
anak bungu mestinya paling disayang
tapi kakak jahat
telor balado sepenggorengan yang masih panas itu,
di tumpahkannya di atas kepalaku
aku menangis
sambal balado ini perih di mataku
kakak menangis
mungkin ia menyesal melakukannya
ibu menangis
mungkin jengkel pada kelakuan kami
atau sayang akan telornya,
apalagi harga telor sedang mahal
telor baladonya pun menangis
karena tidak jadi kami makan
0 comments:
Poskan Komentar